Di tengah perkembangan dunia yang semakin terhubung dan modern, kawasan perbatasan sering kali hanya dipandang sebagai wilayah administratif yang memisahkan dua negara. Namun, di balik batas geografis tersebut, tersimpan berbagai cerita mengenai budaya, spiritualitas, dan kekayaan alam yang justru membentuk identitas suatu daerah. Kabupaten Belu di Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu contoh bagaimana wilayah perbatasan tidak hanya berfungsi sebagai gerbang negara, tetapi juga menghadirkan ruang perjumpaan antara sejarah, wisata rohani, dan keindahan alam khas timur Indonesia. Salah satu ikon yang kini banyak menarik perhatian wisatawan dan peziarah adalah yang berada di kawasan Teluk Gurita, Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak. Patung ini berdiri megah di atas bukit yang langsung menghadap laut, menciptakan perpaduan antara nuansa religius dan panorama alam yang sangat menenangkan. Menurut RRI Kupang, patung ini menjadi salah satu ikon wisata religi di Kabupaten Belu dan banyak d...
Atambua, 18 Mei 2026 — Di sela penugasan yang saya jalani di Kota Atambua, saya berkesempatan untuk menginap di Hotel Setia. Hotel ini berada di lokasi yang cukup strategis di Kota Atambua dan jaraknya juga relatif dekat dari Bandara A. A. Bere Tallo sehingga cukup memudahkan bagi tamu yang baru tiba maupun yang memiliki agenda perjalanan dinas. Secara singkat, Hotel Setia merupakan salah satu penginapan yang cukup dikenal di Kota Atambua karena lokasinya yang berada di kawasan perkotaan dan dekat dengan berbagai fasilitas umum. Berdasarkan beberapa informasi penginapan lokal, hotel ini juga menjadi salah satu pilihan akomodasi yang cukup praktis bagi pelancong maupun tamu perjalanan kerja yang membutuhkan akses mudah ke pusat kota dan bandara. Salah satu hal yang menurut saya menjadi nilai tambah dari hotel ini adalah lokasinya yang memudahkan tamu untuk beraktivitas tanpa harus membawa kendaraan. Tepat di depan hotel sudah tersedia warung makan yang cukup mudah dijangkau. Kemudian ...